KOSEP BERPIKIR
KRONOLOGI (DIAKRONIK), SINKRONIK, RUANG DAN WAKTU DALAM SEJARAH
Pengertian diakronis, sinkronis dan kronologi
Menurut Galtung, sejarah adalah ilmu diakronis berasal dari
kata diachronich; ( dia dalam bahasa latin artinya melalui/ melampaui dan
chronicus artinya waktu ). Diakronis artinya memanjang dalam waktu tetapi
terbatas dalam ruang.
Sinkronis artinya meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam
waktu.
Kronologi adalah catatan kejadian-kejadian yang diurutkan
sesuai dengan waktu terjadinya. Kronologi dalam peristiwa sejarah dapat
membantu merekonstruksi kembali suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu secara
tepat, selain itu dapat juga membantu untuk membandingkan kejadian sejarah
dalam waktu yang sama di tempat berbeda yang terkait peristiwanya.
Cara berfikir
diakronik dalam mempelajari sejarah
Sejarah itu diakronis maksudnya memanjang dalam waktu, sedangkan
ilmu-ilmu sosial itu sinkronis maksudnya melebar dalam ruang. Sejarah
mementingkan proses, sejarah akan membicarakan satu peristiwa tertentu dengan
tempat tertentu, dari waktu A sampai waktu B.
Contoh:
Perkembangan Sarekat
Islam di Solo, 1911-1920
Cara berfikir sinkronik dalam mempelajari sejarah
Sedangkan ilmu
sosial itu sinkronik (menekankan struktur) artinya ilmu sosial meluas dalam ruang. Pendekatan
sinkronis menganalisa sesuatu tertentu pada saat tertentu, titik tetap pada
waktunya. Ini tidak berusaha untuk membuat kesimpulan tentang perkembangan
peristiwa yang berkontribusi pada kondisi saat ini, tetapi hanya menganalisis
suatu kondisi seperti itu.
Contoh: satu mungkin menggunakan pendekatan sinkronis untuk
menggambarkan keadaan ekonomi di
Indonesia pada suatu waktu tertentu, menganalisis struktur dan fungsi ekonomi
hanya pada keadaan tertentu dan pada di saat itu.
Kedua ilmu ini saling berhubungan ( ilmu sejarah dan ilmu –
ilmu sosial ). Kita ingin mencatat bahwa ada persilangan antara sejarah yang
diakronis dan ilmu sosial lain yang sinkronis Artinya ada kalanya sejarah
menggunakan ilmu sosial, dan sebaliknya, ilmu sosial menggunakan sejarah Ilmu
diakronis bercampur dengan sinkronis
Contoh:
– Peranan militer dalam politik,1945-1999 ( yang ditulis seorang ahli ilmu politik )
– Elit Agama dan Politik 1945- 2003 (yang ditulis ahli
sosiologi )
Konsep Ruang
Ruang adalah konsep yang paling melekat dengan waktu.
· Ruang
merupakan tempat terjadinya berbagai peristiwa – peristiwa sejarah dalam
perjalanan waktu.
· Penelaahan
suatu peristiwa berdasarkan dimensi waktunya tidak dapat terlepaskan dari ruang
waktu terjadinya peristiwa tersebut.
· Jika waktu menitik beratkan pada aspek kapan
peristiwa itu terjadi, maka konsep ruang menitikberatkan pada aspek tempat,
dimana peristiwa itu terjadi.
Konsep waktu
· Masa lampau
itu sendiri merupakan sebuah masa yang sudah terlewati. Tetapi, masa lampau
bukan merupakan suatu masa yang final, terhenti, dan tertutup.
· Masa lampau
itu bersifat terbuka dan berkesinambungan. Sehingga, dalam sejarah, masa lampau
manusia bukan demi masa lampau itu sendiri dan dilupakan begitu saja, sebab sejarah
itu berkesinambungan apa yang terjadi dimasa lampau dapat dijadikan gambaran
bagi kita untuk bertindak dimasa sekarang dan untuk mencapai kehidupan yang
lebih baik di masa mendatang.
· Sejarah
dapat digunakan sebagai modal bertindak di masa kini dan menjadi acuan untuk
perencanaan masa yang akan dat
Keterkaitan konsep ruang dan waktu dalam sejarah
1. Konsep ruang dan
waktu merupakan unsur penting yang tidak dapat dipisahkan dalam suatu peristiwa
dan perubahannya dalam kehidupan manusia sebagai subyek atau pelaku sejarah
2. Segala aktivitas
manusia pasti berlangsung bersamaan dengan tempat dan waktu kejadian.
3. Manusia selama
hidupnya tidak bisa dilepaskan dari unsur tempat dan waktu karena perjalanan
manusia sama dengan perjalanan waktu itu sendiri pada suatu tempat dimana
manusia hidup (beraktivitas).
A. Kronologi dan
periodisasi dalam sejarah
Kronologi dan periodisasi merupakan hal yang sangat penting
dalam sejarah. Dengan periodisasi sejarawan dapat lebih fokus pada penelitian
sejarah. Hasil penelitiannya juga akan lebih sempurna. Kesempurnaan ini juga
akan lebih lengkap jika hasil penelitian sejarah di susun secara kronologis
dimana urutan waktu terjadi peristiwa sejarah tersebut dapat dilihat dengan
baik.
a. Kronologi dalam sejarah
Dalam mempelajari dan menyusun peristiwa sejarah akan selalu
terkait dengan waktu. Waktu adalah sesuatu yang selalu bergerak dari masa lalu
masa kini dan masa yang akan datang. Peristiwa-peristiwa tersebut harus brgerak
sehingga melahirkan peristiwa baru yang saling terkait dan tidak pernah
berhenti. Upaya yang dilakukan para sejarawan untuk menyusun peristiwa sejarah
secara teratur menrut urutan waktunya disebut kronologi sejarah.
Hal yang membedakan antara kronologi dan periodisasi
hanyalah dalam batasan waktunya. Periodisasi mengatur pembagian atau pembabakan
peristiwa masa lampau dengan batasan waktu yang terbatas.
Dalam kenyataan sejarah yang sebenarnya, tidak di kenal
adanya kronologi ataupun periodisasi sejarah. Karena pada hakikatnya peristiwa
saling berkesinambungan antara yang satu dengan yang lainnya dan tidak akan
terputus dalam satu periodisasi. Tujuan periodisasi dan kronologi dalam
penulisan sejarah bertujuan untuk mempermudah dalam mempelajari sejarah.
Istilah kronologi di artikan dan dipahami sebagai urutan
peristiwa yang disusun berdasarkan terjadinya. Kronologi berasal dari bahasa
yunani yaitu chronos berarti waktu dan logos berarti ilmu atau pengetahuan.
Secara harfiah berarti ilmu tentang waktu.
Dalam sejarah kronologi adalah ilmu untuk menentukan waktu
terjadinya suatu peristiwa dan tempat peristiwa tersebut secara tepat
berdasarkan urutan waktu. Tujuan kronologi adalah menghindari anakronisme atau
kerancuan waktu sejarah.
Dengan memahami konsep kronologi kita juga dapat melihat
kaiatan-kaitan peristiwa yang terjadi di masa lalu dan direkonstruksi kembali
secara tepat berdasarkan urutan waktu terjadinya. Berkat bantuan konsep
kronologi kita juga dapat melihat kaitan peristiwa sejarah yang terjadi di
belahan bumi yang lain. Kronologi merupakan ilmu dasar yang sangat penting
dalam ilmu sejarah karena konsep ini menggambarkan proses sejarah. Misalnya
bulan, hari tahun terjadinya suatu peristiwa penting. Catatan tahun terjadinya
suatu peristiwa sejarah biasa di sebut kronik.
Cara terbaik dalam menunjukan suatu peristiwa secara
kronologi adalah dengan menggunakan garis waktu. Garis waktu tersebut
menjajarkan peristiwa yang terjadi di masa lalu urut berdasarkan waktu
terjadinya. Mengenai tentang waktu yang di pakai tergantung ruang lingkup
peristiwa yang akan di paparkan. Ada beberapa ukuran waktu atau sistem
penanggalan misalnya masehi isalam dan cina tradisional.
Sebagai bangsa yang besar bangsa indonesia mempunyai
perjalanan sejarah yang panjang. Kronologi sejarah indonesia di mulai pada
zaman prasejarah yang terdiri dari zaman batu dan logam. Zaman batu terdiri
dari palaeolithikum atau zaman batu tua, mesolithikum atau zaman batu tengah,
neolithikum atau zaman batu muda dan megalithikum atau zaman batu besar. Terus
zaman hindu-budha zaman islam zaman kolonial belanda, zaman pendudukan jepang,
zaman kemerdekaan, zaman orde lama zaman orde baru dan zaman reformasi.
b. Periodisasi
dalam sejarah
Merupakan pengklasifikasian peristiwa-peristiwa sejarah
dalam tahapan atau pembabakan waktu. Dalam membuat periodisasi para sejarawan
membuat kesimpulan umum mengenai sebuah peiode.contoh para sejarawan membagi
sejarah dalam dua periode:
– Zaman prasejarah yakni zaman ketika manusia belum mengenal
tulisan. Babakan ini di mulai sejak adanya manusia hingga ditemukannya
peninggalan-peninggalan tertulis.
– Zaman sejarah yakni zaman ketika manusia sudah mengenal
tulisan. Babakan ini di mulai sejak manusia sudah mengenal tulisan hingga
sekarang.
Periodisasi sangat penting dalam penulisan sejarah karena
merupakan batang tubuh cerita sejarah.
Peridisasi dalam penulisan sejarah tergantung pada jenis
penulisan yang dilakukan. Periodisasi dapat dilakukan berdasarkan perkembangan
poltik, sosial, ekonomi, kebudayaan, dan agama. Berdasarkan perkembangan
politik periodisasi dapat dilakukan berdasarkan raja-raja yang memerintah di
suatu daerah seperti kesultanan yogyakarta dan banten. Berdasarkan perkembangan
sosial ekonomi periodisasi dapat dilakukan dengan pembagian sejarah berdasarkan
sistem mata pencaharian masyarakat. Misalnya masa berburu dan mengumpulkan
makanan yang diikuti dengan masa
bercocok tanam dan hidup menetap. Berdasarkan kebudayaan, periodisasi dilakukan
dengan mengelompokkan masyarakat dengan kebudayaan terendah sampai masyarakat
dengan kebudayaan tertinggi.
Tujuan
pembatasan waktu dalam penulisan sejarah adalah:
Agar mudah diingat, menyederhanakan cerita, memenuhi persyaratan
sistematika, ilmu pengetahuan, dan mengklasifikasi isi sejarah.
Selain generalisasi periodik ada banyak periodisasi yang
lain diantaranya generalisasi personal dan generalisasi kausal. Generalisasi
personal mengikuti cara berpikir pars pro toto yang menyamakan sebagian dengan
keseluruhan. Misalnya kemerdekaan indonesia soekarno-hatta atau orde baru
dengan soeharto. Dalam peristiwa tersebut peran orang lain ditiadakan.
Generalisasi kausal adalah generalisasi tentang sabab
musabab, kesinambungan, perkembangan, pengulangan, dan perubahan sejarah.
Kesimpulan umum tentang sebab- sebab tersebut mencakup masalah geografis
masalah kependudukan moral, ekonomi dan politik.
Periodisasi Sejarah Indonesia
Pengertian periodisasi diartikan sebagai pembabakan waktu
yang dipergunakan untuk berbagai peristiwa. Kompleksnya peristiwa yang terjadi
dalam kehidupan manusia pada setiap masa memerlukan suatu pengklasifikasian
berdasarkan bentuk serta jenis peristiwa tersebut. Peristiwa-peristiwa yang
telah diklasifikasikan itu disusun secara kronologis berdasarkan urutan waktu
kejadiannya.
Rentang waktu atau masa sejak manusia ada hingga sekarang
merupakan rentang yang sangat panjang, sehingga para ahli sejarah sering
mengalami kesulitan untuk memahami dan membahas masalah-masalah yang muncul
dalam sejarah kehidupan manusia. Untuk mempermudah pembabakan kehidupan
manusia, para ahli menyusun periodisasi sejarah.
Periodisasi digunakan untuk mempermudah pemahaman dan
pembahasan sejarah kehidupan manusia. Periodisasi yang dibuat oleh banyak
peneliti berakibat adanya perbedaan-perbedaan pandangan sehingga periodisasi
sejarah bersifat subjektif yang dipengaruhi subjek permasalahan serta pribadi
penelitinya.
Dalam sejarah Indonesia, periodisasi dibagi dua, yaitu zaman
praaksara dan zaman sejarah.
a. Zaman praaksara, yaitu zaman sebelum manusia mengenal
tulisan. Sejarah dapat dipelajari berdasarkan peninggalan benda-benda purbakala
berupa artefak, fitur, ekofak, dan situs.
Artefak adalah semua benda yang jelas memperlihatkan hasil
garapan sebagian atau seluruhnya sebagai pengubahan sumber alam oleh tangan
manusia.
Fitur adalah artefak yang tidak dapat dipindahkan tanpa
merusak tempatnya.
Ekofak adalah benda dari unsur lingkungan abiotik atau
biotik.
Situs adalah bidang tanah yang mengandung peninggalan
purbakala.
b. Zaman sejarah, yaitu zaman di mana manusia sudah mengenal
tulisan. Zaman sejarah dibagi tiga sebagai berikut.
1) Zaman Kuno, yang membicarakan sejak kerajaan tertua
sampai abad ke-14. Pada zaman ini, berkembang kebudayaan Indonesia yang
dipengaruhi agama Hindu dan Buddha.
2) Zaman Indonesia Baru, mulai abad ke-15 yang membicarakan
masa berkembangnya budaya Islam sampai abad ke-18.
3) Zaman Indonesia Modern, sejak masa pemerintahan Hindia
Belanda (1800), pergerakan kemerdekaan Indonesia merdeka sampai sekarang atau
masa kontemporer.
Ada beberapa unsur yang sering memengaruhi penyusunan
periode-periode sejarah, salah satunya adalah unsur geografi, sebab adanya
perubahan tapal batas, perubahan aliran sungai, gedung kuno direhab, bahkan
adanya perubahan flora dan fauna dapat mengaburkan jejak-jejak sejarah. Konsep
teoritik tentang periodisasi sejarah Indonesia pernah dibahas dalam Seminar
Sejarah Nasional I tahun 1957, yang menghasilkan hal-hal sebagai berikut.
Kesimpulannya adalah dasar kerangka teori pembabakan waktu
atau periodisasi dalam sejarah menunjukkan hasil pemikiran yang berbeda-beda.
Namun, hal yang terpenting dalam penyusunan periodisasi adalah adanya prinsip
kontinuitas.
CONTOH-CONTOH PERIODISASI SEJARAH INDONESIA
1. –400 : zaman prasejarah Indonesia
2.400-1500 : zaman pengaruh Hindu-Budha dan pertumbuhan
Islam
3. 1500-1670 : Zaman kerajaan Islam dan mulai masuknya
pengaruh Barat serta perluasan pengaruh VOC.
4. 1670-1800 : Masa penjajahan oleh VOC
5. 1800-1811 : Masa pemerintahan Herman W. Daendels
6. 1811-1816 : Masa pemerintahan Thomas Stamford Raffles
(Inggris).
7. 1816-1830 :Masa pemerintahan Komisaris Jenderal dan
perlawanan terhadap Pemerintahan Kolonial Belanda.
8. 1830-1870 : Sistem tanam paksa oleh Gubernur Van den
Bosch.
9. 1870-1942 : Sistem ekonomi Liberal Kolonial dan Politik
Etis.
10.1908 : Masa Pergerakan Nasional
11.1942-1945 : Masa pendudukan Jepang.
12.1945-1949 : Perjuangan mempertahankan Kemerdekaan.
13.1949-1950 : Masa pemerintahan RIS.
14.1950-1959 : Penerapan sistem Liberal Parlementer
15.1959-1966 : Masa demokrasi terpimpin
16.1966-1998 : Masa Orde Baru
17.1998-Kini : Era Refarmasi
Komentar
Posting Komentar